Hingga Hari Ini Pencarian TIM SAR Gabungan Belum Temukan Korban Kapal Tenggelam

oleh

KOTAWARINGIN BARAT – Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran di sebelah barat perairan Tanjung Puting, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat

7 Korban Kapal Nelayan Tenggelam kapal pencari ikan KM Putri Ayu 3 yang bertolak dari Muara Baru Jakarta. Belum Ditemukan, Tim Sar Terus Lakukan Pencarian

“Tim SAR Gabungan terdiri dari, Basarnas, KPLP, KSOP Kumai, Pos AL Kumai, Polairud Polda Kalteng dan Polres Kobar, serta BPBD Kobar.”

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya, M Haryadi, memasuki hari ke tiga sejak menerima laporan pada 17 Agustus 2021, pencarian 7 korban Kapal Nelayan KM Putri Ayu 3 yang tenggelam di perairan Kumai, Tim Basarnas belum juga menemukan tanda – tanda keberadaan korban, ucapnya, Kamis (19/8/2021).

Lanjut, M Haryadi, terkait dengan perkembangan terkini terhadap operasi SAR pencarian korban KM Putri Ayu 3 yang bertolak dari Muara Baru, Jakarta, hingga saat ini belum membuahkan hasil.

“Artinya tanda – tanda keberadaan korban masih nihil,” terangnya saat di konfirmasi di kantor Basarnas jalan Utama Pasir Panjang, Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sesuai rencana pengembangan terkait site area pencarian korban dari lokasi kejadian, saat ini kita sudah lakukan perluasan, kata M Haryadi.

Lanjut M Haryadi, bahwasanya tim juga sudah masuk ditiik perluasan, hingga saat ini masih belum menemukan tanda – tanda korban artinya masih nihil,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa dalam proses pencarian, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama unsur terkait, yaitu melibatkan beberapa Alut Laut dari Palangka Raya, dukungan kapal dari Kantor SAR Banjarmasin, kemudian kapal milik KSOP Kumai dan juga didukung Helikopter milik Polda Kalteng.

Selain itu juga, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar dan Stasiun Radio Polisi pantai, terkait pemapelan guna memberikan informasi – informasi terkait kejadian tersebut terhadap kapal – kapal nelayan yang sekiranya melintas di perairan tersebut dan menemukan ada tanda – tanda agar segera melapor Posko SAR gabungan.

“Kondisi dilapangan cuaca tidak bersahabat yaitu terjadi hujan. Sehingga, proses pencarian terkendala, namun tetap dilanjutkan dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan,” terang M Haryadi.

Ia menambahkan, sesuai dengan ketentuannya, bahwa saat ini sudah masuk pencarian hari ke tiga, kemudian akan diupayakan pencarian hingga hari ke 7.

“Apabila tidak ada tanda – tanda maka Operasi SAR dinyatakan selesai,” terang M Haryadi, kepada awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Nelayan KM Putri Ayu 3 yang bertolak dari Muara Baru Jakarta, dengan membawa sebanyak 13 orang tenggelam di Perairan Laut Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin, 16 Agustus 2021.

Dalam kecelakaan laut yang belum diketahui penyebabnya tersebut, 1 orang dikabarkan meninggal dunia, 5 orang selamat dan 7 orang masih dalam proses pencarian. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.